Home

2016-08-30_20-19-25Berawal dari adanya aksi Reformasi Birokrasi Polri dengan mensyaratkan 9 (sembilan) garapan utama reformasi birokrasi yang digambarkan ke dalam grand design yang salah satunya ada di bidang Sumber Daya Manusia meliputi kebijakan, sistem-sistem dalam proses MSDM, standar kompetensi, Assessment individu dan lain-lain, maka Staf Sumber Daya Manusia Polri khususnya Biro Pengkajian Strategi (Rojianstra) mewujudkan aksi tersebut. Pusat Penilaian Kompetensi Polri diresmikan pada tanggal 1 Juli 2009 oleh Kapolri yang saat itu dijabat oleh Jenderal Polisi H. Bambang Hendarso Danuri, MM.

Dalam pengelolaan manajemen sumber daya diperlukan pembinaan personel dengan metode penilaian guna melihat kompetensi individu sesuai dengan profil jabatan. Untuk memperoleh kompetensi individu yang dipersyaratkan dalam profil jabatan diperlukan metode Assessment Center yang tepat dan dilaksanakan secara transparan, objektif serta akuntabel.

Assessment Center adalah suatu metode penilaian yang terstandar guna menilai / mengukur potensi atau prediksi keberhasilan seseorang dalam suatu jabatan melalui beberapa simulasi / alat ukur berdasarkan kompetensi jabatan yang dilakukan oleh beberapa Asesor.

Kompetensi merupakan kemampuan dan karakteristik yang dimiliki oleh individu personel Polri berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaaan tugas jabatannya secara profesional, efektif dan efisien.

Penilaian Kompetensi adalah suatu proses membandingkan kompetensi yang dimiliki individu personel dengan kompetensi jabatan yang dipersyaratkan dengan menggunakan alat ukur tertentu.

Assessor Polri adalah Pegawai Negeri pada Polri yang telah mengikuti pelatihan dan bersertifikat Assessor yang ditetapkan oleh Kapolri untuk menyelenggarakan Assessment Center.

Assessee adalah orang yang dinilai kompetensinya melalui Assessment Center.

Prinsip-prinsip dalam assessment Polri:

  1. Legal, yaitu Assessment Center dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  2. Objektif, yaitu pelaksanaan dan hasil Assessment Center menggambarkan kompetensi sesungguhnya yang dimiliki Assessee;
  3. Akuntabel, yaitu pelaksanaan dan hasil Assessment Center dapat dipertanggungjawabkan;
  4. Nesesitas, yaitu Assessment Center dilaksanakan sesuai kebutuhan;
  5. Transparan, yaitu Assessment Center dilaksanakan secara terbuka; dan
  6. Independen, yaitu proses dan hasil Assessment Center tidak terpengaruh oleh pihak lain.